Senin, 19 Desember 2016

Surat Al-Ikhlas


  • Bismillaahir Rahmaanir Rahiim 
  • Qul Huwallahaahu Ahad 
  • Allahush Shamad 
  • Lam yalid wa lam yuulad 
  • Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad

Artinya :

  • Dengan menyebut Nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.
  • Katakanlah : "Dialah Allah" yang maha Esa.
  • Allah adalah Tuhan yang tidak bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
  • Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
  • dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"

Teks Arab:



Siapa Yang Peduli ?


APA YANG ADA DI FIKIRAN ANDA KETIKA MELIHAT GAMBAR DI SAMPING  ?

Miris....
Penulis rasa itu kata-kata yang cocok untuk gambar diatas.
Pemandangan yang sering terlihat sehari-hari, dan terkesan terbiarkan oleh kita.

Terbiarkan, terabaikan, apakah benar-benar itu yang terjadi ?
dimana kepedulian kita ?

Sebagai seorang petugas yang bekerja di bagian sosial dan penyelamatan, hati penulis selalu dihantui dengan perasaan bersalah atas pemandangan yang seharusnya tidak menjadi sesuatu wajar dipandangan kita.

Saya Peduli, dan apakah cuma saya yang peduli ?
ternyata tidak, kita semua pada hakekatnya pasti peduli.

salah satu contoh kepedulian itu penulis temukan pada artikel di blog kompasiana dengan judul "Menyoal Bangkai Binatang di Jalan Raya Umum" yang di tulis oleh Bapak. Amin Laili,
berikut tulisan nya

Pemandangan seperti kalimat judul di atas banyak dijumpai di Indonesia, tidak hanya di jalanan terpencil sepi penduduk, tetapi juga di keramaian kota. Biasanya berupa bangkai binatang liar yang dibenci manusia seperti tikus dan ular, tetapi tidak jarang terlihat pula bangkai kucing, anjing, atau ayam. Di beberapa daerah seperti Sumatera Selatan beberapa kali ditemukan bangkai kera di jalan lintas kendaraan. Yang kerap menjadi masalah adalah jika bangkai tersebut berada di badan jalan dan tak terhindarkan lagi bagi kendaraan yang melintas kecuali menerjang dan melindasnya. Jika pengendara berusaha menghindar, maka bukan tidak mungkin yang terjadi adalah hal fatal bagi kendaraan dan penumpangnya. Apa hendak dikata, andai tak tegapun akan ditega-tegakan melindas bangkai malang tersebut. Agar tidak merasa bersalah, setidaknya ada alasan pembenar seperti “Manusia saja dalam kondisi dilematis jika harus memilih untuk menyelamatkan jiwa yang masih hidup atau ‘mengamankan’ jasad yang sudah meninggal, maka harus menyelamatkan jiwa yang masih hidup, apalagi ini binatang, sudah mati lagi”, maka bruss…. dilindas saja dengan segala rasa bersalah, sedih, kasihan, marah, dan entah apalagi. 
Jika bangkai masih utuh atau setidaknya sedikit basah, akan menimbulkan efek psikologis yang lebih berat dibandingkan jika bangkai sudah mengering atau bahkan tinggal tulang belulang yang rata dengan jalan.  
Bagi pengemudi mobil, melindas bangkai binatang di jalan akan lebih ‘nyaman’ dibandingkan dengan pengemudi motor, namun yang paling ‘meresapi dan menghayati’ tentu pengguna jalan yang hanya berjalan kaki atau berlari karena tidak saja jarak dan pandangan yang sangat dekat dan gamblang, bahkan aroma anyir pun ikut ‘menyempurnakan’ nasib buruknya bertemu dengan bangkai di jalan. Pendek kata, bangkai di jalan sangat mengganggu pengguna jalan bagaimanapun bentuk bangkai itu, dan dengan cara apapun seseorang melintasinya. 
Pertanyaan yang muncul adalah mengapa bangkai binatang tersebut ada di jalanan? Apakah karena ‘kehendak’ sendiri binatang itu ataukah ‘ada yang memaksa’-nya berada di situ?  
Menjadi mafhum jika keberadaan bangkai tersebut di jalanan adalah ‘kehendak’ si binatang malang, misalnya ketika menyeberang jalan ‘kurang hati-hati’ dan ‘tidak tengok kiri-kanan’ kemudian tertabrak kendaraan dan mati di tempat serta tidak ada yang mengamankannya. Namun di banyak kasus, keberadaan bangkai binatang di badan jalan adalah ulah manusia yang sengaja melemparkan bangkai tersebut di jalan umum. Tidak jelas benar apa motiv melakukan hal itu. Apakah bermaksud mengamankan bangkai agar cepat mengering karena dilindas berulang-kali oleh kendaraan yang lewat, ataukah orang tersebut bermaksud menjauhkan diri, keluarga, dan tetangganya dari penyakit yang dibawa bangkai dan menganggap jalan umum sebagai tempat paling efisien mematikan kuman, misalnya dia berfikir kalau di jalan raya kuman akan mati karena tersengat oleh matahari. Atau bukan tidak mungkin ada motiv dendam kepada bangkai karena ketika masih hidup mengganggu rumah-rumah manusia. 
Apapun alasannya, membuang bangkai binatang di jalan raya umum adalah tindakan sangat tidak bertanggungjawab.  
Ditinjau dari segi kesehatan, justru akan semakin menyebarluaskan kuman penyakit yang berasal dari bangkai. Tidak saja menyebar di sekitar ‘TKP’ tetapi ke seluruh tempat yang dijangkau oleh kendaraan yang sempat melindasnya, termasuk ke garasi-garasi rumah. 
Pandangan moral pun akan sangat mengecam tindakan membuang bangkai di jalan raya seperti itu. Ada semacam pemaksaan agar orang berlaku sadis karena disudutkan untuk melindas jasad makhluk bertulang-berdaging. Itu tidak ubahnya pelatihan kekejaman gratis di ruang publik. Bukan memupuk sikap sayang binatang, tetapi menumbuhsuburkan mental ‘berdarah dingin’ kepada binatang, bahkan jika hal ini dibiarkan dan terus dibiasakan, akan merembet kepada sikap mental perlakuan yang sama diterapkan kepada manusia, cikal bakal tragedy kemanusiaan yang mengerikan.
Sudut pandang budaya pun sangat tidak dapat membenarkannya. Setiap masyarakat harus mengembangkan budaya yang bersumber dari nilai luhur dan bermuara kepada martabat dan kemajuan bangsa. Nilai luhur apapun mengajarkan bahwa bangkai harus diperlakukan sedemikian rupa agar jauh dari lingkungan kehidupan manusia dan yang paling lazim dan mudah adalah dengan cara dikubur. Disamping merupakan ajaran agama, manfaat yang dirasakan dari mengubur bangkai adalah menghindarkan kehidupan dari dampak buruknya, karena sedikitnya, bangkai di udara terbuka adalah sumber penyakit berbahaya dan menyebarkan aroma tidak sedap.  
Membayangkan sesosok tangan sedang berjalan menenteng bangkai tikus kemudian melemparkannya ke tengah jalan raya adalah membayangkan perbuatan sangat tidak terhormat, tidak sopan, dan buruk. Itu sosok tidak bermartabat. Andai dia orang yang berpendidikan serendah apapun, maka sungguh dia hanya pernah sekolah tetapi gagal mendidik dirinya dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh semua mata pelajaran. Pribadi yang terdidik itu berbudaya menawan, tetapi pembuang bangkai telah menghiasi perilakunya dengan budaya yang sangat tidak elok, budaya yang bukan milik bangsa yang ingin maju. 
Dari kacamata keindahan, apalagi,…. Bangkai di jalan raya umum merusak keindahan bagi masyarakat sekitar maupun ‘tamu-tamu’ yang kebetulan sedang melintas. Satu orang saja yang melakukan perbuatan itu, maka seluruh orang di sekitar itu akan dituduh perusak keindahan, jorok, dan label tidak enak lainnya. Nila setitik, rusak susu sebelanga.  
Sangat naïf jika memahami bahwa ‘noktah’ bangkai di jalan adalah ‘karya seni’. Silakan membuat karya seni dan menikmatinya sebebas-bebasnya berekspresi, tetapi ada bingkai yang membatasi, yaitu kanvas, dan jalan raya umum terlarang diperlakukan sebagai kanvas. Terjemahkanlah kata “kanvas” itu seluas mungkin selama tidak mengganggu ruang publik dan kepentingan umum, apalagi membahayakan kesehatan dan nyawa orang lain. 
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian masyarakat bangsa ini belum memiliki kesadaran yang baik tentang ruang publik, fasilitas umum, bersama-sama menjaga kesehatan dan keindahan, budaya bermartabat dan maju, dan sebagainya. Bangkai di jalan raya umum adalah cermin kita semua, karena bagaimanapun mereka adalah saudara sebangsa kita. Barangkali karena kita pun belum sepenuhnya menularkan banyak budaya terpuji kepada sesama kita, maka masih ada sebagian yang ringan tangan membuang bangkai tikus dan semacamnya di jalan raya. Padahal seharusnya jangankan membuang bangkai di sana, seandainya ada binatang yang tetabrak dan kemudian mati tergelepar di jalan pun, seharusnya kita menyingkirkannya dan menguburkannya, karena Tuhan menurunkan manusia ini memang menjadi imam (khalifah)  di muka bumi. Sudah seharusnya manusia menyayangi binatang, bahkan ketika binatang itu sudah mati sekalipun.

Sumber Tulisan :
http://www.kompasiana.com/amin.laili/menyoal-bangkai-binatang-di-jalan-raya-umum_552e313f6ea834e81b8b4570.

Semoga hal seperti gambar di bawah tidak terjadi


















Sumber Gambar : http://kakimotong.blogspot.co.id/2011/06/bangkai-kucing-juga-yang.html

Wasalam :-)

Minggu, 18 Desember 2016

Dzikir dan Do'a sesudah shalat

Setelah selesai shalat, lanjutkan dengan dzikir atau puji-pujian kepada Allah SWT, sebagai pendahuluan sebelum memohon do'a.

Lafadz-Lafadz dzikir :

Astaghfirullaahal 'adlim,
Astaghfirullaahal 'adlim,
Astaghfirullaahal 'adlim,

Allahumma antas-salaam waminkas-salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal-ikram

Subhaanallah (33x)
Alhamdulillah (33x)
Allahu Akbar (33x)

Laa ilaaha illallah,
wahdahu laa syariikalah,
Lahul mulku walahulhamdu wahua'alaa kulli syai-in qadiir.
Allahumma laa manta limaa a'thaita walaa mu'tii limaa mana'ta,
walaa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu

terakhir di lanjut dengan Do'a

Sabtu, 17 Desember 2016

Bacaan Shalat Lengkap Teks Latin

NIAT SHALAT

I. Takbiratul Ihram

ALLAHU AKBAR

Allahu akbar kabiira wal hamdu lillahi kat-siira
wasubhaa nallahi bukratan wa-ashiilaa
Innii wajjaahtu wajhiya lilladzii fatharassa maawaati wal ardla
haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina
Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamawaatii lillaahi Rabbil 'aalamiina
Laasyariikalahu wabidzaalika umirtu wa anna minal muslimin.

A’uudzu billahi minasy-syaithaanir raiim
Bismillaahir rahmaani rahiim # Al-hamdu-lillahi Rabbil ‘aalamiin
Ar-Rahmaanir Rahiim # Maaliki yaumid diin
IyyaaKa na’budu wa iyyaaKa nasta’iin
Ihdinash shiraathal mustaqiim
Shiraatal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin
Aamiin

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
Qul Huwallahaahu Ahad
Allahush Shamad
Lam yalid wa lam yuulad
Wa lam yakul lahuu kufuawan ahad

II. Ruku'

ALLAHU AKBAR

Subhaana Rabbiyal 'Adzhiimi wabihamdihi
(baca 3x)

III. I'tidal

SAMI'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH

Rabbanaa lakal hamdu mil ussamaawaati wa mil-ul ardli wamil-u maa syita min syai'in ba'du

IV. Sujud

ALLAHU AKBAR

Subhaana Rabbiyal A'laa wabi-hamdihi
(baca 3x)

V. Duduk Atara Dua Sujud

ALLAHU AKBAR

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fuannii

VI. Tasyahadud / Tahyat Awal

ALLAHU AKBAR

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyi-baatu lillaah.
Assalaamu 'Alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabara-kaatuh
Assalaamu'alainaa wa'alaa 'Ibaadil-laahish shaalihiin.
Asy-hadu allaa ilaaha illallaah
Wa-Asyhadu anna muhammadar rasuulullah
Allaahuma 'shalli 'alaa sayyidinaa muhammad

VII. Tahyat Akhir

ALLAHU AKBAR

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyi-baatu lillaah.
Assalaamu 'Alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabara-kaatuh
Assalaamu'alainaa wa'alaa 'Ibaadil-laahish shaalihiin.
Asy-hadu allaa ilaaha illallaah
Wa-Asyhadu anna muhammadar rasuulullah
Allaahuma 'shalli 'alaa sayyidinaa muhammad
Kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa ibrahiima
wa'alaa aali sayyidinaa ibrahim
wabaarik 'alaa sayyidinaa muhammad
wa 'alaa aali sayyidina muhammad
Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa ibraahiima
wa 'alaa aali sayyidinaa ibraahiim
fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid

ASSALAAMU 'ALAIKUM WARAHMATUL-LAAHI WABARAHKAATUH

Niat Wudlu

Niat Mengambil Wudhu :

Nawaitul wudhuu-a liraf'il hadatsil ashghari fardhan lillahi ta'aalaa

Artinya :
"Aku niat berwudlu" untuk menghilangkan hadas kecil fardlu karena Allah"
Teks Arab:

Do'a Setelah Mengambil Wudhu

Asyhadu alla ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammad 'abduhu warasuuluhu. Allahummaj' alni minat tawwaabiina, waj'alni minal mutathahhiriina, waj'alni min 'ibadikash shaalihiina.

Artinya :

"Aku bersaksi tiada tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang shaleh."
Teks Arab:

Jumat, 16 Desember 2016

DAFTAR ISI

Kamis, 15 Desember 2016

Do'a Selamat

Bismillahirrahmanirrohim

Alhamdu lillaahi robbil'aalamiin.

Hamdasy syaakiriin, handan naa'imiin, hamday yuwaafii ni'amahuu wa yukaafi'u mazzidah,

Ya rabbana lakalhamdu kama yanbaghi lijalali wajhikal karimi azimi sulthonik.

Allahumma salli ala saidina muhammad wa ala ali saidina muhammad.

Solatantun jina biha min jami’il ahwalil wal afat,

wataqdilana biha min jami’il hajat watutahhiruna biha minjami’il sai’ at, watarfa una biha indaka a’laddarajat,

watuballghuna biha aqsol khoirat min jami’il kahoirat fil hayati waba’ dal mamat.

Wa ala alihi wasohbihi tasliman kasira birahmatika ya arrahamarrohimin.

Allahumma inna nas aluka salamatan fiddina wa afiyatan fil jasadina
waziyadatan fil ilmina wabarakatan fi rizkina

wataubatan qablal Maut warahmatan indalmaut, wamagh firatan ba’dal maut.

Allahumma hauwin alaina fisakaratil maut.

Wanna jata minannari wal afwa indal hisab.

Rabbana zolamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakunna minal khosirin.

Birahmatika ya arrahamarrohimin

Allahummaf tahlana abwabal barokat, wa abwabal nikmat, wa abwabal riqki, wa abwabal kuat, wa abwabal sihat, wa abwabal salamat, wa abwabal afiat, wa abwabal jannah.

Allahumma firli zunubi waliwali daiya warhamhuma kama rabbayani saghiro.

Wali jami’il muslimina wal muslimat walmukmini na wal mukminat.
Birahmatika ya arrahamarrohimin.

Rabbana firlana wali ikhwa ninal lazi na sabaqunabil iman wala taj ‘al fi qulubina khilal lazi na amanu rabbana innaka ro ufurrohim.

Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina azabannar.

Wasallahuala saidina muhammad wa ala ali saidina muhammmad

Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun

wassalamun alal mursalin wal hamdulillahi rabbil alamin
al – fatihah ....
  • A’uudzu billahi minasy-syaithaanir raiim
  • Bismillaahir rahmaani rahiim
  • Al-hamdu-lillahi Rabbil ‘aalamiin.
  • Ar-Rahmaanir Rahiim.
  • Maaliki yaumid diin.
  • IyyaaKa na’budu wa iyyaaKa nasta’iin.
  • Ihdinash shiraathal mustaqiim.
  • Shiraatal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin.
  • Aamiin.
Do’a kedua

Amin, amin, amin ya allah

Amin, amin, amin ya rahman

Amin, amin, amin ya rahim

ya arhamarrohimin.

Allahumma bihaqil fatihah
wasiril fatihah ya farijal gham ya kasifal gham ya man li ibadihi

Yaghfiru wayada fi’a bala ya allah
wayada fi’a bala ya rahman
wayada fi’a bala ya rahim

Allahumma rabbana taqabbal minna innaka antas sami ‘ul alim
waminzurriyatina ummatan muslimatalak wa arina mana sikana watub alaina innaka antat tauwaburrahim.

Wasallahuala saidina muhammad wa ala ali saidina muhammmad.

Da’ wa humfiha subhanakallahumma watah yatuhum fiha salam wa akhiruda’ wa hum anil hamdulillahirabbil alamin.

Yasin dan Tahlil Teks Latin

I. DO'A PEMBUKA

A’uudzu billahi minasy-syaithaanir rajiim
Bismillaahir rahmaani rahiim
Astaghfirullahal'azim (3x)
Alladzi Lailaha Illa Huwal Hayyul Qayyum Wa Atubu Ilaih
Asyhadu An-Laa Ilaaha Illallaah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasuulullaah
Allahumma Shollii Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Sayyidina Muhammad
Subhanallah Walhamdulillah Walailahailallahu Wallahuakbar
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Aziimi.

Ila hadrotin nabiyyil musthofaa sayyidina muhammadin shallallohu ‘alaihi wa sallam,
Wa ilaa jamii'i ikhwaanihii minal anbiyaa'i walmursaliina,
wal auliyaa'i wasy-syuhadaa'i wash-shoolihiina,
wash shohaabati wattaabi'iina, wal 'ulamaa'il 'aamiliina
Tsuma  ilaa jamii’il ahlil qubuuri minal muslimiina wal muslimaati wal mu-miniina wal mu’minaati
Wal khushuushan li arwahi yulia efrina binti amralis
syai-un lillahi lahumul faatiha…..”

(surat Al-Faatiha)
  • A’uudzu billahi minasy-syaithaanir rajiim
  • Bismillaahir rahmaani rahiim
  • Al-hamdu-lillahi Rabbil ‘aalamiin.
  • Ar-Rahmaanir Rahiim.
  • Maaliki yaumid diin.
  • IyyaaKa na’budu wa iyyaaKa nasta’iin.
  • Ihdinash shiraathal mustaqiim.
  • Shiraatal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin.
  • Aamiin. 

II. SURAT YASIN

      Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
  1. Yaasiin.
  2. Wal Qur-aanil hakiim.
  3. Innaka la minal mursaliin.
  4. ‘Alaa shiraatim mustaqiim.
  5. Tanziilal ‘Aziizir Rahiim.
  6. Li tundzira qaumam maa undzira aabaa-uhum fahum ghaafiluun.
  7. Laqad haqqal qaulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu-minuun.
  8. Innaa Ja’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqaani fahum muqmahuun.
  9. Wa ja ‘alnaa mim baini aidiihim saddaw wa min khalfihim saddan fa-agsyainaahum fa hum laa yubshiruun.
  10. Wa sawaa-un 'alaihim a-andzartahum am lam tundzirhum laa yu-minuun.
  11. Innamaa tundziru manit taba'adz dzikra wa khasyiyar Rahmaana bil ghaibi, fa basysyirhu bi maghfiratiw wa ajrin kariim
  12. Inna Nahnu nuhyil mauta wa naktubu maa qaddamuu wa aatsaarahum, wa kulla Syai-in ahshainaahu fi imaamim mubiin.
  13. Wadhrib lahum matsalan ashhaabal qaryah, idz jaa-ahal mursaluun.
  14. Idz arsalnaa ilaihimutsnaini fa kadzdzabuu humaa, fa ‘azzazna bi tsaalitsin fa qaaluu; innaa ilaikum mursaluun.
  15. Qaaluu maa antum illaa basyarum mitslunaa, wa maa anzalar Rahmaanu min syai-in, in antum illaa takdzibuun.
  16. Qaaluu Rabbunaa ya’lamu innaa ilaikum la mursaluun.
  17. Wa maa ‘alainaa illal balaaghul mubiin.
  18. Qaaluu innaa tathayyarnaa bikum laillam tantahuu la narjumannakum wa layamas-sannakum minnaa 'adzaabun aliim.
  19. Qaaluu thaa-irukum ma’akum, a-in dzuk-kirtum bal antum qaumum musrifuun.
  20. Wa jaa-a min aqshal madiinati rajuluy yas'aaqaala, yaa qaumit tabi’ul mursaliin.
  21. Ittabi’uu mal laa yas-alukum ajraw wahum muhtaduun.
  22. Wa maa liya laa a'budul ladzii fatharanii wa ilaihi turja’uun.
  23. A-attakhidzu min duunihii aalihatan iy yuridnir Rahmaanu bi dhurril laa tughni ‘annii syafaa'atuhum syai-aw wa laa yunqidzuun.
  24. Innii idzal lafii dhalaalim mubiin.
  25. Inni aamantu bi Rabbikum fasma’uun.
  26. Qiiladkhulil jannah, qaala yaa laita qaumii ya’lamuun.
  27. Bi maa ghafara lii Rabbii wa ja’alanii minal mukramiin.
  28. Wa maa anzalnaa ‘alaa qaumihii mim ba’dihii min jundim minas samaa-i wa maa kunnaa munziliin.
  29. In kaanat illaa shaihataw waahidatan fa idzaahum khaamiduun.
  30. Yaa hasratan 'alal 'ibaadi, maa ya-tiihim mir rasuulin illaa kaanuu bihii yastahzi-uun.
  31. Alam yarau kam ahlaknaa qablahum minal quruuni annahum ilaihim laa yarji’uun.
  32. Wa in kullul lammaa jamii’ul ladainaa muhdharuun.
  33. Wa aayatul lahumul ardhul maitatu, ahyainaahaa, wa akhrajnaa habban fa minhu ya-kuluun.
  34. Wa ja’alnaa fiihaa jannatim min nakhiiliw wa a’naabiw wa fajjarna fiihaa minal’uyuun.
  35. Li ya-kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim, afalaa yasykuruun.
  36. Subhaanal-ladzii khalaqal azwaaja kullahaa mimmaa tumbitul ardhu, wa min anfusihim wa mimmaa la ya’lamuun.
  37. Wa aayatul lahumul lailu naslakhu minhun nahaara fa-idzahum muzhlimuun.
  38. Wasy syamsu tajrii li mustaqarril lahaa, dzaalika taqdiirul 'Azizil ‘Aliim.
  39. Wal qamara qaddarnaahu manaazila hattaa ‘aada kal 'urjuunil qadiim.
  40. Lasy-syamsu yambaghii lahaa an tudrikal qamara, wa lal lailu saabiqun nahari, wa kullun fii falakiy yasbahuun.
  41. Wa aayatul lahum, annaa hamalnaa dzur riyyatahum fil fulkil masyhuun.
  42. Wa khalaqnaa lahum mim mitslihii maa yarkabuun.
  43. Wa in nasya- nugriqhum falaa shariikha lahum, wa laa hum yunqadzuun.
  44. Illa rahmatam minnaa, wa mataa'an ilaa hiin.
  45. Wa idzaa qiila lahumuttaquu maa baina aidii-kum wa maa khalfakum la’allakum turhamuun.
  46. Wa maa ta-tiihim min aayatim min aayaati Rabbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridhiin.
  47. Wa idzaa qiila lahum, anfiquu mimmaa razaqakumullahu, qaalal ladziina kafaruu lil ladziina aamanuu, anuth’imu mal law yasyaa-ullaahu ath’amahuu, in antum illaa fii dhalaalim mubiin.
  48. Wa yaquuluuna mataa haadzal wa’du in kuntum shaadiqiin.
  49. Maa yanzhuruuna illaa shaihataw waahida-tan ta’khudzuhum, wa hum yakhish-shimuun.
  50. Fa laa yastathii’uuna taushiyataw wa laa ilaa ahlihim yarji’uun.
  51. Wa nufikha fish shuuri, fa idzaa hum minal ajdaatsi ilaa Rabbihim yansiluun.
  52. Qaalu yaa wailanaa mamba’atsanaa mim marqadinaa, haadzaa maa wa’adar Rahmaanu, wa shadaqal mursaluun.
  53. In kaanat illaa shaihataw waahidatan, fa idzaa hum jamii’ul ladainaa muhdharuun.
  54. Fal yauma laa tuzhlamu nafsun syaiaw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’maluun.
  55. Inna ashhaabal jannatil yauma fii syughulin faakihuun.
  56. Hum wa azwaajuhum fii zhilaalin ‘alal araa-iki muttaki-uun.
  57. Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda’uun.
  58. Salaamun, qaulam mir Rabbir Rahiim. (3x)
  59. Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuun.
  60. Alam a’had ilaikum yaabanii aadama allaa ta’budusy syaithanaa, innahuu lakum 'aduwwum mubiin.
  61. Wa ani’buduunii, haadzaa shiraathum mustaqiim.
  62. Wa laqad adhalla minkum jibillan katsiiran, afalam takuunuu ta’qiluun.
  63. Haadzihii jahannamul latii kuntum tuu’aduun.
  64. Ishlauhal yauma bi maa kuntum takfuruun.
  65. Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim, wa tukallimunaa aidiihim, wa tasyhadu arjuluhum bi maa kaanuu yaksibuun.
  66. Wa lau nasyaa-u lathamasnaa 'alaa a’yunihim, fastabaqush shiraatha fa-annaa yubshiruun.
  67. Wa lau nasyaa-u la masakhnaahum ‘alaa makaanatihim, famas tathaa’uu mudhiyyaw wa laa yarji’uun.
  68. Wa man nu’ammirhu nunakkishu fil khalqi,  afalaa ya’qiluun.
  69. Wa maa ‘allamnaahusy syi’ra, wa maa yambaghii lahuu, in huw illaa dzikruw wa qur-aanum mubiin.
  70. Li yundzira man kaana hayyaw wa yahiqqal qaulu ‘alal kaafiriin.
  71. Awalam yarau anna khalaqnaa lahum mimmaa 'amilat aidiinaa an’aaman fahum lahaa maalikuun.
  72. Wa dzallalnaahaa lahum fa minhaa rakuu-buhum, wa minhaa ya-kuluun.
  73. Wa lahum fiihaa manaafi’u wa masyaaribu, afalaa yasykuruun.
  74. Wattakhadzuu min duunillaahi aalihatal la’allahum yunsharuun.
  75. Laa yastathii’uuna nashrahum, wahum lahum jundum muhdaruun.
  76. Fa laa yahzunka qauluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun.
  77. Awalam yaral insaanu, annaa khalaq-naahu min nuthfatin fa-idzaa huwa khasiimum mubiin.
  78. Wa dharaba lanaa matsalaw wa nasiya khalqahuu, qaala may yuhyil izhaama wa hiya ramiim.
  79. Qul, yuhyiihal Ladzii ansya-ahaa awwala marrah, wa Huwa bi kulli khalqin ‘Aliim.
  80. Al-ladzii ja’ala lakum minasy syajaril akhdhari naaran fa idzaa antum minhu tuuqiduun.
  81. Awa laisal ladzii khalaqas samaawaati wal ardha bi qaadirin ‘alaa ayyakhluqa mitslahum, balaa wa Huwal Khallaaqul 'Aliim.
  82. Innamaa amruhuu idzaa araada syai-an, ay yaquula lahuu kun fayakuun.
  83. Fa subhaanal Ladzii bi yadihii malakuu-tu kulli syai-iw wa ilaihi turja’uun. Shadaqallahul 'Azhim

III. TAHLIL

Laa Ilaaha Illallahu Huwallahu Akbar

(Surat Al-Ikhlaas) baca 10x
  • Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
  • Qul Huwallahaahu Ahad, Allahush Shamad.
  • Lam yalid wa lam yuulad.
  • Wa lam yakul lahuu kufuawan ahad,
Laa Ilaaha Illallahu Huwallahu Akbar

 (Surat Al-Falaq) 
  • Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
  • Qul a'uudzu bi Rabbil falaq.
  • Min syarri maa khalaq.
  • Wa min syarri ghaasiqin idza waqab
  • Wa min syarrin naffatsaati fil 'uqad.
  • Wa min syarri haasidin idzaa hasad,
Laa Ilaaha Illallahu Huwallahu Akbar

 (Surat An-Naas) 
  • Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
  • Qul a'uudzu bi Rabbin naas.
  • Malikin naas.
  • Ilaahin naas.
  • Min syarril waswasil khannaas.
  • Al-ladzii yuwaswisu fii shuduurin naas.
  • Minal jinnati wan naas.
Laa Ilaaha Illallahu Huwallahu Akbar

(surat Al-Faatiha)
  • A’uudzu billahi minasy-syaithaanir raiim
  • Bismillaahir rahmaani rahiim
  • Al-hamdu-lillahi Rabbil ‘aalamiin.
  • Ar-Rahmaanir Rahiim.
  • Maaliki yaumid diin.
  • IyyaaKa na’budu wa iyyaaKa nasta’iin.
  • Ihdinash shiraathal mustaqiim.
  • Shiraatal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin.
  • Aamiin. 

Surat Al-Baqarah ayat 1 sampai ayat 5
  • Bismillaahir rahmaani rahiim
  • Alif Laam Miim.
  • Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqin.
  • Al-ladziina yu-minuuna bil ghaibi wa yuqiimuunash shalaata wa mim maa razaqnaahum yunfiquun.
  • Wal ladziina yu-minuuna bi maa unzila ilaika wa ma unzila min qablik, wa bil akhirati hum yuuqinuun.
  • Ulaa-ika 'alaa hudam mir Rabbihim wa ulaa-ika humul muflihuun.

Surat Al-Baqarah ayat 163
  • Wa ilaahukum ilaahuw waahidun, laa ilaaha ilaa Huwar Rahmaanur Rahiim.

Surat al-Baqarah ayat 255
  • Allaahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyuum, laa ta-khudzuhuu sinatuw wa laa naumun, lahuu maa fis samaawati wa maa fil ardh, man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu ilaa bi idznihii, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhitthuuna bisyai-im min 'ilmihii ilaa bi maa syaa-a wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardha wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wa huwal 'Aliyyul 'Azhiim.
 Surat Al-Baqarah ayat 286
  • Rabbanaa laa tu-aakhidznaa in nasiinaa au akhta-naa, Rabbana wa laa tahmil 'alainaa ishram kamaa hamaltahuu 'ala ladziina min qablinaa, Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihii (Wa'fu'annaa, waghfirlanaa warhamnaa 3x) Anta Maulaanaa fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin.

Surat Al-Ahzaab Ayat 56
  • Innallaaha wa malaa-ikatahuu yushal-luuna 'alan nabiyyi; yaa ayyuhal ladziina aamanuu shallu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Allahumma shalli afdhlolas sholaatin ‘alaa as’adi makhluuqootika 
habibillah muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi 
wasallim ‘adada ma’luumaatika wa midaada kalimaatika 
kullamaa dzakarokadzaakiruun wa ghofala andzikrikal ghoo filuuna 
wa sallim wa radhliyallahu ta’aalaa ‘an saadaatinaa ashhaabi Sayiddina rasuulilahi ajma’iin
   
     
Surat Ali 'Imran Ayat 73
  • Hasbunallahu wa'nimal wakiil.
      
Surat Al-Anfaal Ayat 40
  • Ni'mal maulaa wa ni'man nashiir.
Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. 

Astaghfirullahal 'Azhiim 3x.
Inn Allaaha Ghufurrur Rohiim.
Afdlaludz Dzikri Fa’lam Annahu Laa Ilaaha Illallah

  •  Laa Ilaaha Illallah ( 100x )
Laa ilaa ha illallaahu 
muhammadur rasuulullaah
Allahumma shalli ‘alaa muhammadin, 
Allahumma shalli ‘ alaihi wa sallim.
Subhaanallaahi wa bi hamdihii Subhaanallaahil ‘Azhiim (3x)
Subhanallah Walhamdulillah Walailahailallahu Wallahuakbar
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Aziimi
Innallaha wa malaikatahu yusholluna 'alan nabi. 
Ya ayyuhalladziina amanu shollu 'alaihi wa salamu taslima, 
Al-Faatiha
  • A’uudzu billahi minasy-syaithaanir rajiim
  • Bismillaahir rahmaani rahiim
  • Al-hamdu-lillahi Rabbil ‘aalamiin.
  • Ar-Rahmaanir Rahiim.
  • Maaliki yaumid diin.
  • IyyaaKa na’budu wa iyyaaKa nasta’iin.
  • Ihdinash shiraathal mustaqiim.
  • Shiraatal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin.
  • Aamiin.

IV. DO'A

Bismillahirrahmanirrohim

Alhamdu lillaahi robbil'aalamiin.

Hamdasy syaakiriin, handan naa'imiin,

hamday yuwaafii ni'amahuu wa yukaafi'u mazzidah,

Ya rabbana lakalhamdu kama yanbaghi lijalali wajhikal karimi azimi sulthonik.

Allahumma salli ala saidina muhammad wa ala ali saidina muhammad.

Solatantun jina biha min jami’il ahwali wal afat,

Wataqdilana biha min jami’il hajat watutahhiruna biha minjami’il sai’ at,

Watarfa una biha indaka a’laddarajat,

Watuballghuna biha aqsol khoirat min jami’il khoirat fil hayati waba’ dal mamat.

Wa ala alihi wasohbihitasliman kasira birahmatika ya arrahamarrohimin.

Do’a arwah

Allahumma qarakna wama halalna hadiyatal liruhi mustafa rasululllahi saw

wasawabam mislasawabi zalika li arwahi anbiya iwal mursalin.

Wasawabam mislasawabi zalika li arwahi ashabi rasulillahi ajma’in,

wasawabam mislasawabi zalika li arwahi min ibadikas sholihin,

wasawabam mislasawabi zalika li arwahi hazihil ahlil kubur …………………

Minal muslimina wal muslimat walmukminin na wal mukminat

warhamhum min kassalima. Birahmatika ya arrahamarrohimin.

Allahumma firlaha warhamha wa’afihi wa’ fu anha wajannata ma’a siwaha

Allahumma firlahu warhamhu wa’afihi wa’ fu anhu wajannata ma’a siwahu

Allahumma firlahum warhamhum wa’afihi wa’ fu anhum wajannata wasiwahum

Rabbana firlana wali ikhwa ninal lazi na sabaqunabil iman wala taj ‘al fi qulubina khilal lazi na amanu rabbana innaka ro ufurrohim.

Allahumma firli zunubi waliwali daiya warhamhuma kama rabbayani saghiro.

Wali jami’il muslimina wal muslimat walmukmini na wal mukminat. Birahmatika ya arrahamarrohimin.

Ya ai ya tuhan nafsul mutmainnah, irji’i ila rabbiki mardiyatam mardiyah fadkhuli fi ibadi wad khuli jannati.

Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina azabannar.

Wasallahuala saidina muhammad wa ala ali saidina muhammmad

Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun wassalamun alal mursalin wal hamdulillahi rabbil alamin ( al – fatihah )

Do’a kedua

Amin, amin, amin ya allah

Amin, amin, amin ya rahman

Amin, amin, amin ya rahim.

ya arhamarrohimin.

Allahumma rabbana taqabbal minna innaka antas sami ‘ul alim

waminzurriyatina ummatan muslimatalak wa arina mana sikana watub alaina innaka antat tauwaburrahim.

Wasallahuala saidina muhammad wa ala ali saidina muhammmad.

Da’ wa humfiha subhanakallahumma watah yatuhum fiha salam wa akhiruda’ wa hum anil hamdulillahirabbil alamin.

Do'a Selamat Baca Di Sini

Catatan :

Untuk susunan urutan pembacaan Yasin dan tahlil bisa berbeda pada setiap daerah.

Pada artikel ini penulis mencoba berbagi tentang pembacaan yasin dan kulhu tahlil dari awal sampai akhir pada kegiatan pengajian malam ke empat untuk mendoa’kan arwah Almarhummah Yulia Efrina Binti Amralis, bertempat di Rw 04 Bungkal, kelurahan Pasar Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sumatera.

Apabila ada masukan dan saran atas artikel ini, mohon di tulis di kotak komentar di bawah.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Terjemahan Yaasiin

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
  1. Yaa siin
  2. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
  3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
  4. (yang berada) diatas jalan yang lurus,
  5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
  6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
  7. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.
  8. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
  9. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
  10. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
  11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
  12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
  13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
  14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu".
  15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".
  16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".
  17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".
  18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".
  19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".
  20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".
  21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
  22. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?
  23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
  24. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
  25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.
  26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.
  27. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".
  28. Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
  29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
  30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
  31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.
  32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
  33. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.
  34. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
  35. supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
  36. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
  37. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
  38. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
  39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
  40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
  41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.
  42. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
  43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
  44. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
  45. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
  46. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
  47. Dan apabila dikatakakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".
  48. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?".
  49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
  50. lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
  51. Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
  52. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya).
  53. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
  54. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
  55. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
  56. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.
  57. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
  58. (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
  59. Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.
  60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
  61. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
  62. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?.
  63. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
  64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
  65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
  66. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).
  67. Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
  68. Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
  69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
  70. supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.
  71. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
  72. Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.
  73. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
  74. Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.
  75. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.
  76. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
  77. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
  78. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
  79. Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.
  80. yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu".
  81. Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
  82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
  83. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Terjemahan surat Yasin ini di salin dari Aplikasi Ayat / Software Al Quran Digital untuk Windows, bagi sahabat yang mau download silahkan klik Gambar dibawah
Semoga Bermanfaat